Masih Merugi? Kenali 5 Tips Sukses Budidaya Bawang Merah

Tips Sukses Budidaya Bawang Merah – Budidaya bawang merah merupakan salah satu budidaya pertanian yang sangat menggiurkan. Bagaimana tidak, seperti yang kita tahu bahwa bawang merah termasuk salah satu komoditas utama pertanian. Salah satu bumbu masak utama ini tidak pernah sepi peminat.

Kenali 5 Tips Sukses Budidaya Bawang Merah

Akan tetapi budidaya bawang merah sendiri juga tidak semudah yang anda bayangkan, apalagi untuk budidaya dalam skala besar. Namun apabila Anda tahu teknik dan tipsnya maka hal ini juga bukan hal yang terlalu sulit. Bagi Anda yang baru akan memulai budidaya bawang merah, berikut beberapa tips sukses budidaya bawang merah :

1. Pastikan syarat tumbuh tanaman terpenuhi

Seperti halnya tanaman budidaya lainnya, bawang merah juga membutuhkan kondisi lahan yang cocok agar dapat tumbuh dengan maksimal. Berikut beberapa syarat lahan yang cocok untuk budidaya bawang merah :

  • Bawang merah cocok dibudidayakan pada negara dengan iklim tropis yang suhu udaranya berkisar antara 25-32OC. Selain itu pastikan lahan mendapat penyinaran sekitar 75% dengan kelembaban udara 50-70%.
  • Tanah yang baik untuk budidaya bawang merah juga harus memiliki nilai pH 5,6-6,5 dan mengandung banyak bahan organik.
  • Tanaman bawang merah dapat tumbuh di dataran dengan ketinggian 0 – 1.000 mdpl.
  • Pastikan lahan dekat dengan sumber air.
  • Lahan bukan tempat bekas tanaman terung-terungan seperti cabai, terong, tomat dan kentang. Sangat Disarankan bekas tanaman padi, jagung atau tebu. Pastikan pula lahan tidak berada di daerah endemik penyakit layu bakteri atau fusarium.

2. Persiapan dan pengolahan lahan

Setelah syarat tumbuh tanaman bawang merah terpenuhi dengan baik maka selanjutnya kita perlu menyiapkan dan mengolah lahan tanam. Berikut beberapa tips menyiapkan dan mengolah lahan tanam :

  • Lakukan pembersihan serta penggemburan tanah

Lakukan pembersihan lahan dari gulma, sisa-sisa bagian tanaman sebelumnya hingga bahan tertentu yang bisa membawa atau menyimpan penyakit. Barulah setelah itu kita dapat mulai menggemburkan tanah baik secara manual maupun dengan membajak menggunakan traktor.

  • Pembuatan bedengan

Buat bedengan pada lahan dengan lebar 1 – 1,2 meter dengan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan, serta parit sedalam 20-30 cm.

  • Lakukan pemupukan dasar

Gunakan pupuk organik untuk pemupukan dasar, hal ini berguna untuk menjaga kesuburan tanah serta menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu pupuk organik yang bisa digunakan adalah produk GDM organik.

  • Pemasangan mulsa

Selain untuk menyelimuti tanah, mulsa juga berguna untuk menjaga kelembaban tanah serta melindungi permukaan tanah dan mencegah pertumbuhan gulma.

3. Pilih bibit bawang merah berkualitas

Tips selanjutnya yang akan sangat berpengaruh pada hasil panen nantinya adalah pemilihan bibit. Pastikan bibit yang digunakan adalah bibit yang baik, berikut beberapa tips pemilihan bibit bawang merah :

  • Umbi berasal dari tanaman yang baik dan cukup tua (berumur lebih dari 2,5 – 4 bulan). Selain itu bibit harus mempunyai ukuran yang cukup, keras, sehat serta permukaan kulit luarnya licin atau mengkilap.
  • Pilih bibit dari varietas unggul seperti sembrani, trisula, pancasona dan maja.
  • Kemampuan tumbuhnya lebih dari 80%, hal ini dapat dilihat dari kondisi fisik bibit yang sehat, lama penyimpanan dan kondisi pangkal tunas.
  • Bibit harus dalam kondisi segar, kuat, tidak cacat dan bebas penyakit.

4. Perlakuan dan penanaman bibit

Untuk mencegah dari penularan penyakit, terutama di musim kemarau maka bibit harus mendapat perlakuan yang tepat lebih dulu. Perlakuan ini dapat dilakukan dengan merendam bibit dalam larutan pupuk organik cair GDM spesialis pangan selama 30 menit. Perbandingannya adalah setiap 1 liter pupuk untuk 100 liter air. Namun dapat disesuaikan dengan banyaknya umbi pula. Hal ini juga berguna untuk mempercepat proses perkecambahan.

Setelah mendapat perlakuan yang tepat, selanjutnya kita dapat mulai menanam bibit pada lahan tanam. Berikut beberapa tips menanam bibit dengan baik :

  • Potong bagian ujung untuk mempercepat pertumbuhan tunas agar pertumbuhannya cepat dan optimal.
  • Bibit yang telah bertunas ditanam dengan jarak tanam 15 x 20 cm.
  • Tanam bibit dengan cara dibenamkan kedalam tanah agar calon tunasnya rata dengan permukaan tanah.
  • Setelah penanaman selesai, siram lahan dengan air secukupnya agar bibit tidak stres karena pindah lahan tanam.

5. Pemupukan dan perawatan tanaman

Tips terakhir yang menjadi kunci sukses budidaya bawang merah adalah pada pemupukan dan perawatannya. Sebaiknya gunakan pupuk organik agar tanah tetap gembur dan subur serta menjaga kelestarian lingkungan termasuk lahan tanam. Berikut tips pemupukan beserta dosis yang sesuai agar hasil panen berlimpah :

  • Pemupukan pertama

Ketika tanaman berumur 7 hari setelah tanam maka dapat dilakukan pemupukan pertama. Pupuk organik yang dapat digunakan adalah seperti GDM spesialis pangan sebanyak 500 ml untuk setiap tangki. Lakukan penyemprotan secara merata, untuk setiap 1 hektar lahan membutuhkan sekitar 8 liter pupuk organik cair.

  • Pemupukan Kedua

Pemupukan selanjutnya dapat dilakukan ketika tanaman berumur 14 hari setelah masa tanam. Gunakan pupuk yang sama dengan pemupukan pertama dan dengan dosis yang sama pula.

  • Pemupukan Ketiga

Ketika tanaman berumur 21 hari sejak masa tanamnya, pemupukan ketiga sudah dapat dilakukan dengan pupuk dan dosis yang sama.

  • Pemupukan Keempat

Pupuk yang sama dengan dosis yang sama pula digunakan pada pemupukan keempat ketika tanaman berumur 28 hari setelah masa tanamnya.

  • Pemupukan Kelima

Pada pemupukan kelima disarankan untuk menggunakan GDM Granule SaMe dan GDM Black Bos ketika tanaman berumur 30 hari setelah tanam. Hal ini penting untuk memberikan nutrisi ke dalam tanah guna mempercepat pertumbuhan umbi tanaman.

Pemupukan dilakukan dengan cara menaburkannya untuk GDM Granule SaMe di sekitar akar tanaman, dosisnya sekitar 100 kg/ha. Sedangkan untuk GDM Black Bos yaitu dengan mencampurkan 1 gelas pupuk dan 1 tangki air kemudian disemprotkan. Semprokan secara merata hingga dosisnya 5 kg untuk tiap hektarnya.

  • Pemupukan Keenam

Pada pemupukan keenam dilakukan ketika tanaman berumur 35 setelah masa tanamnya dengan kembali menggunakan pupuk organik cair GDM Spesialis Pangan. Pemupukan dilakukan dengan cara penyemprotan seperti sebelumnya dengan dosis yang sama yaitu 8 liter/hektar lahan.

  • Pemupukan Ketujuh

Pemupukan terakhir ini dilakukan menggunakan pupuk yang sama yaitu GDM Spesialis Pangan. Caranya juga sama yaitu dengan menyemprotkan hingga dosis 8 liter untuk tiap hektar lahan.

Selain pemupukan, perawatan tanaman juga merupakan hal yang penting agar tanaman tumbuh dengan optimal. Perawatan rutin pada tanaman bawang merah yang dapat dilakukan secara rutin adalah :

  • Penyiraman

Lakukan penyiraman dua kali dalam sehari yang dilakukan pada pagi dan sore hari untuk menjaga ketersediaan air di bedengan. Penyiraman disarankan menggunakan sprayer, namun dapat dilakukan pula menggunakan ember secara manual. Agar tanaman tidak terganggu, lakukan penyiraman secara merata dan hati-hati.

  • Penyiangan Gulma

Umumnya penyiangan gulma dilakukan sebanyak 1-2 kali dalam satu bulan, namun hal ini juga harus melihat banyaknya gulma pada tanaman. Apabila jumlahnya tidak terlalu banyak penyiangan dapat dilakukan secara manual, namun bila sudah lebih banyak maka dapat menggunakan alat.

  • Pengendalian Hama dan Penyakit

Serangan hama dan penyakit harus sangat diperhatikan petani, khususnya untuk penanaman yang dilakukan ketika musim kemarau. Umumnya hama seperti ulat, kutu daun dan kepik biasa menyerang tanaman bawang merah. Sedangkan penyakit yang biasa menyerang adalah seperti bakteri, virus hingga jamur.

Penyakit seperti bercak pada daun dan busuk umbi juga umum menyerang tanaman bawang merah. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan penyemprotan menggunakan insektisida maupun fungisida. Selain itu selalu jaga kondisi lahan tanam tetap bersih dari gulma maupun tanaman pengganggu.