Masa Depan Vaksin Corona

Tidak terasa masa pandemi Corona ini sudah menyentuh hampir 9 bulan. Banyak hal yang terjadi akibat Coronavirus ini. Mulai dari ambruknya perekonomian hampir semua negara, pemecatan pegawai di mana-mana, dan banyak hal menyedihkan lainnya.

Untuk saat ini banyak sekali yang sudah mulai bangkit dan mulai menormalisasi kegiatan seperti sebelumnya meskipun tetap harus memperhatikan protokol Covid-19. Memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan, dan menjaga imunitas tubuh dengan multivitamin.

Semua orang berharap segera ditemukan vaksin Corona ini. Bagaimana tidak, negara Indonesia sendiri merasa kelabakan dengan adanya Coronavirus ini. Banyak sekali agenda kegiatan kenegaraan yang berubah prosedurnya. Tak hanya itu, beberapa kegiatan harus ditiadakan karena berisiko menyebarkan virus Corona ini.

Kabar baiknya, banyak ilmuwan di dunia yang meneliti vaksin Corona ini. Jika benar bisa menyembuhkan Corona, maka ini adalah kabar gembira bagi semua orang di dunia ini. Banyak orang direpotkan dengan virus kecil ini.

Vaksin Sinovac, Salah Satu Vaksin Corona

Perkembangan vaksin Corona ini cukup bagus. Salah satunya adalah vaksin Sinovac yang sudah memasuki uji klinis tahap ke-3.

Vaksin Sinovac ini adalah salah satu dari 3 jenis vaksin Corona yang akan digunakan oleh Indonesia. Sedangkan di kancah dunia, dia ini adalah satu dari 9 jenis vaksin Corona yang dikembangkan.

Uji klinis yang pertama dan kedua vaksin Sinovac ini berhasil. Uji klinis ini dilakukan Juni 2020 lalu. Vaksin Sinovac ini diberikan ke 743 relawan dan tidak memberikan efek samping apapun.

Namun, saat uji klinis ke-3, ada sedikit masalah. Ada satu relawan dari 1620 orang yang tiba-tiba sakit keras setelah diberikan vaksin Sinovac. Hal ini membuat uji klinis ke-3 diberhentikan sementara untuk mengetahui hal apa yang membuat relawan tersebut sakit keras.

Beberapa saat setelah itu diketahui bahwa relawan tersebut sakit keras bukan karena vaksin Sinovac yang diberikan. Namun, karena penyakit bawaan yang diderita sebelumnya. Meski seperti itu uji klinis harus dihentikan sementara. Lalu kapan akan dilanjutkan kembali?

Uji klinis dimulai lagi bulan Oktober 2020 dan akan berlangsung selama 6 bulan. Setelah uji klinis selesai dan mendapatkan hasil yang menggembirakan, vaksin Sinovac ini akan diproduksi massal dan diedarkan ke banyak negara, salah satunya Indonesia.

Di Indonesia sendiri Sinovac Biotech bekerja sama dengan Bio Farma dan Universitas Padjajaran dalam mengembangkan vaksin Sinovac ini. Nantinya jika vaksin ini teruji ampuh melawan Corona, akan diproduksi sekitar 250 juta dosis. Cukup untuk memenuhi kebutuhan vaksin Corona di Indonesia.

Apakah Vaksin Ini Berbahaya? Bagaimana Sih Cara Kerja Vaksin?

Bagi beberapa penganut antivaksin, vaksin itu berbahaya. Padahal semua vaksin yang ada di dunia ini tentu tidak sembarang dibuat. Vaksin tersebut melalui berbagai uji klinis. Setidaknya melalui 3 tahapan uji klinis. Jika diketahui bermasalah, maka uji klinis dihentikan sementara dan diteliti apa yang menyebabkan masalah tersebut.

Jika kamu tahu cara kerja vaksin, maka kamu tidak akan menjadi antivaksin lagi. Sayangnya, bagi penganut antivaksin yang ekstrem, dijelaskan seperti apapun juga tidak berguna.

Cara kerja vaksin adalah dengan mengambil virus yang sudah dilemahkan dan dimasukkan ke bahan baku vaksin. Tujuannya adalah ketika dimasukkan ke dalam tubuh, tubuh akan mengenali dan memasukkan ke dalam perpustakaan kekebalan tubuh. Jadi, ketika ada virus sejenis yang masuk ke tubuh, maka langsung dianggap ancaman dan segera dibunuh oleh antibody yang ada di dalam tubuh.